Updating Results

Tantangan fresh graduate di tengah pandemi

Alta Windiana

Careers Commentator
Pandemi yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 menggoyahkan berbagai bidang industri. Jutaan tenaga kerja pun terkena dampaknya. Bagaimana nasib para Fresh Graduate di situasi ini?

Sebenarnya, bagaimana dampak pandemi terhadap industri?

Pada publikasi hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha, di triwulan III tahun 2020 tercatat bahwa 66,09% perusahaan di Indonesia mengalami penurunan pendapatan.

statistik industri di pandemik covid - bps

Penurunan pendapatan tersebut terjadi karena berbagai faktor. Faktor utama yang paling berpengaruh adalah pembatasan kegiatan masyarakat, yang juga berujung pada terhambatnya proses produksi dan distribusi. Selain itu, daya beli masyarakat juga menurun drastis akibat sulitnya mempertahankan atau memperoleh pekerjaan.

Beberapa contoh sektor usaha yang paling terdampak pandemi selama tahun 2020 di antaranya:

1. Pariwisata

Industri pariwisata sangat bergantung pada mobilitas manusia, sehingga kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat pun membuat sektor ini cukup terpuruk di sepanjang tahun 2020. Adanya kebijakan lockdown di berbagai negara lain pun membuat jumlah kunjungan wisatawan asing merosot tajam.

Selama keadaan belum sepenuhnya kembali normal, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani memproyeksikan bahwa pandemi Covid-19 akan membuat sekitar 40% pekerja formal di sektor hotel dan restoran kehilangan pekerjaan.

2. Transportasi

Berbagai moda transportasi darat, laut dan udara juga sangat terpengaruh dengan adanya pembatasan kegiatan, apalagi ditambah dengan larangan untuk mudik yang diberlakukan pada Hari Raya Idul Fitri serta lockdown di beberapa negara. Tercatat bahwa sepanjang tahun 2020, sektor transportasi mengalami penurunan sebanyak 15,04 %.

Beberapa maskapai penerbangan pun sempat menutup operasinya. Meskipun kebijakan untuk bepergian keluar daerah atau keluar negeri kini telah dilonggarkan, penumpang masih wajib menyertakan dokumen seperti tes PCR, antigen maupun sertifikat vaksin. Hal ini diperkirakan masih akan menimbulkan keengganan masyarakat untuk travelling.

3. Pusat Perbelanjaan dan Ritel

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja menyatakan bahwa rangkaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun 2020 lalu merupakan momen terberat untuk mall-mall di seluruh Indonesia, yang terpaksa tutup sehingga omzet pun menurun drastis.

Saat memasuki masa PSBB transisi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel, jumlah pengunjung mall di wilayah Jakarta pun maksimal hanya mencapai kapasitas 30 – 40%.

Selain itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebutkan bahwa dari bulan April hingga Juli 2021, ada 2.040 toko ritel modern yang terpaksa tutup akibat pandemi Covid-19, belum termasuk usaha-usaha ritel kecil yang berlokasi di ruko atau tepi jalan.

 4. Otomotif

Selama masa pandemi yang penuh ketidakpastian, banyak orang yang menunda keinginan atau kebutuhan untuk membeli kendaraan baru. Sejumlah pabrik otomotif pun sempat ditutup karena adanya berbagai pembatasan kegiatan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan bahwa penjualan mobil di sepanjang tahun 2020 hanya mencapai 532.027 unit. Jumlah tersebut turun sebanyak 48% dibanding tahun 2019, di mana jumlah penjualan melebih 1 juta unit.

Lalu, apa yang terjadi kepada para tenaga kerjanya?

Keadaan tersebut pun memaksa beberapa perusahaan untuk menetapkan sejumlah kebijakan agar dapat terus bertahan. Seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran, pemotongan upah tenaga kerja, atau pengurangan kegiatan operasional perusahaan yang secara tidak langsung juga akan berujung pada pengurangan jam kerja dan upah yang diterima.

Menurut data Berita Resmi Statistik yang diterbitkan BPS pada Februari 2021, dari jumlah total Penduduk Usia Kerja (PUK) sebanyak 205,36 juta orang, 9,30%-nya yaitu lebih dari 19 juta orang terdampak Covid-19.

statistik tenaga kerja bps februari 2021

Definisi terdampak di sini adalah menjadi pengangguran (sebanyak 1,62 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) dan pernah berhenti bekerja akibat pandemi (0,65 juta orang), tidak bekerja sementara (1,11 juta orang), serta masih bekerja namun mengalami pengurangan jam kerja (15,72 juta orang).

Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia tercatat menjadi 6,26%. Meskipun jumlahnya mengkhawatirkan, angka ini telah mengalami penurunan dibanding Agustus 2020 dimana TPT sempat mencapai puncaknya sebanyak 7,07%.

Tingkat pengangguran statistik bps februari 2021

Bagaimana pandemi ikut mempengaruhi rekrutmen Fresh Graduate?

Dengan keterbatasan lapangan kerja yang tersedia, kesempatan para Fresh Graduate untuk memperoleh pekerjaan pun menjadi semakin terbatas. Para lulusan baru tidak hanya akan bersaing dengan rekan-rekan seangkatannya, tapi juga dengan para tenaga kerja berpengalaman (experienced hire) yang sempat kehilangan pekerjaan selama masa pandemi.

Selain persaingan yang semakin ketat, para Fresh Graduate juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi proses rekrutmen yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk meminimalisir kontak langsung, sejumlah perusahaan menjalankan tahap-tahap rekrutmen seperti wawancara, tes, atau bahkan training secara online.

Selama keadaan belum sepenuhnya berjalan dengan normal, kebanyakan kantor pun masih menetapkan kebijakan Work from Home (WFH) atau remote working. Mayoritas rekruter akan mengutamakan kandidat yang dapat bekerja secara efektif dengan bantuan teknologi. Dengan demikian, tentu para pencari kerja harus terus beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.  

 Apa yang bisa dilakukan para Fresh Graduate di situasi ini?

Berbagai fakta dan angka mengenai dampak pandemi, besarnya jumlah pengangguran serta tantangan dalam mencari kerja yang ditulis di atas bukan bertujuan untuk menakut-nakutimu. Fakta-fakta tersebut diharapkan bisa mempersiapkanmu untuk menghadapi ketatnya persaingan dalam mencari pekerjaan, dan langkah apa yang harus diambil ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.

Nyatanya, banyak usaha yang bisa dilakukan untuk meraih karir impianmu, walaupun jalan yang akan dilalui tidak terlihat mudah. Kamu bisa mengawali perjuanganmu dengan mencoba sejumlah cara berikut:

 1. Pertama, Be Positive!

Jangan patah semangat bila kamu mengalami kegagalan. Tidak kunjung dipanggil untuk interview? Tidak lolos psikotes? Atau tidak dihubungi kembali setelah mengikuti rangkaian proses seleksi? Semua itu adalah hal yang biasa terjadi di masa-masa pencarian kerja.

Tetap fokus pada tujuanmu dan terus bersabar. Saat kamu merasa sudah mengirim puluhan (bahkan ratusan) lamaran kerja dan belum berhasil diterima, pasti akan ada keraguan yang muncul dalam dirimu, bersamaan dengan tumbuhnya rasa tidak percaya diri. Jangan biarkan hal-hal tersebut menguasai pikiranmu. Tetaplah berpikir positif dan percaya bahwa cita-citamu akan menemukan jalannya di momen yang tepat, setelah kamu berusaha dengan sepenuh hati.  

2. Membangun skill dan memperbanyak pengalaman.

Selama menunggu panggilan, isi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat yang juga akan dapat ‘menghias’ CV-mu nantinya. Ada banyak cara untuk menambah skill dan pengalaman yang sejalan dengan karir impianmu, misalnya:

  • Mengikuti berbagai kursus online atau micro credentials untuk mempertajam keterampilanmu.
  • Bekerja part-time maupun freelance, untuk menambah pengalaman sekaligus mendapatkan uang jajan selama belum mendapatkan gaji tetap.
  • Magang (berbayar maupun tidak), tentunya juga untuk memperkaya pengalaman, memperluas koneksi, sambil ‘mencicipi’ dunia kerja yang sebenarnya.

3. Stay Alert dan terus update akan kesempatan lowongan kerja baru.

Rajin-rajinlah mengecek aplikasi atau website yang rutin mem-posting lowongan-lowongan kerja baru, seperti daftar lowongan khusus fresh graduate dan internships di Prosple.

Cari kesempatan kerja yang paling sesuai dengan keinginan dan kualifikasimu, sambil mempersiapkan CV serta cover letter-mu sebaik mungkin. Ikuti langkah-langkah pendaftaran yang dibutuhkan, dan jangan lupa untuk stand by mengecek akun e-mail atau menjawab telepon yang masuk, agar tidak melewatkan kesempatan panggilan untuk tes maupun interview.

4. Membangun dan memperluas Networking

Ciptakan hubungan yang baik dengan teman-teman kuliah, rekan kerja freelance atau magang, atau siapa pun yang kamu temui saat menjalani proses pencarian kerja. Perluas pergaulanmu dengan berkenalan dengan banyak orang, karena kesempatan bisa datang dari mana saja.

Sebaliknya, bila kamu mempunyai informasi mengenai kesempatan kerja yang sekiranya dapat membantu teman-teman ‘seperjuangan’-mu, jangan ragu untuk berbagi info atau link yang mereka butuhkan.

5. Tetap bersikap realistis

Selain mengakibatkan keterbatasan lapangan kerja, pandemi Covid-19 yang melemahkan berbagai sektor usaha tentu berpotensi untuk mempengaruhi standar gaji yang diberikan beberapa perusahaan. Sebagai Fresh Graduate yang baru akan memulai perjalanan panjang di dunia kerja, sebaiknya bersikap realistis dan lebih fleksibel mengenai hal ini.

Lakukan survey atau kumpulkan informasi mengenai gaji yang bisa didapatkan di bidang pekerjaan pilihanmu, sesuai dengan kualifikasi yang kamu miliki. Bila gaji yang ditawarkan kurang memuaskan atau di bawah standar yang kamu harapkan, jangan langsung menolak atau patah semangat, tidak ada salahnya untuk bernegosiasi ulang sampai mencapai kesepakatan yang menyenangkan kedua belah pihak. Namun tetap pastikan perusahaan tersebut menyediakan jenjang karir yang jelas, dengan struktur gaji yang dapat berkembang sesuai kinerja dan jabatanmu.

Last but not least, selalu keep up dengan perkembangan teknologi

Karena proses rekrutmen di era pandemi memang berbeda dari cara konvensional, pelajari lebih lanjut berbagai ‘senjata’ teknologi yang akan memudahkan langkahmu. Kuasai ketrampilan-ketrampilan dasar dunia digital. Mulai dari yang paling basic seperti menulis dan mengirim e-mail, mengisi e-form, interview melalui video call, sampai mengikuti tes secara online. Ciptakan juga profil yang menarik namun tetap profesional untuk social media atau online portfolio-mu.

Memulai karir di masa pandemi memang tidak mudah, namun jangan menyerah dan terus kembangkan kemampuanmu, agar dapat meraih karir impian sesuai cita-citamu.

Related articles you might be interested
Employers focused on people, not grades
One third of large graduate employers are hiring candidates regardless of their degree background, preferring to focus o…
Millennials are more motivated by fulfilment than cash
Diversity and fulfilment key to millennial jobseeker mindset, a recent survey by GradAustralia has found.
Google the #1 most desirable employer for students
Creativity, flexibility and ‘fun’: it’s a winning formula for hooking in millennials with Google voted the most desirabl…
Employers focused on people, not grades
One third of large graduate employers are hiring candidates regardless of their degree background, preferring to focus o…
Millennials are more motivated by fulfilment than cash
Diversity and fulfilment key to millennial jobseeker mindset, a recent survey by GradAustralia has found.
Google the #1 most desirable employer for students
Creativity, flexibility and ‘fun’: it’s a winning formula for hooking in millennials with Google voted the most desirabl…